Sore itu, usai pulang dari kondangan yang jaraknya cukup jauh, kumampir ke rumah seorang sahabat, sebut saja mas Fauzi, sekalian nunut titip sepeda motor untuk sholat maghrib. Kebetulan, rumahnya tak sampai 100 meter dari Masjid.

Sekitar 10 menit menjelang adzan maghrib, aku sudah sampai di rumah sahabatku ini.

Alhamdulillah, berkah silaturrahim kubisa menikmati secangkir kopi gratisan, hihihi

Kamipun ngobrol ngalor ngidul tanpa tema dan judul, tiba-tiba istri mas Fauzi cerita kalo lagi sakit gigi dan obat yang biasa dia konsumsi telah habis.

"Saya sakit gigi, Mas. Mana obat habis lagi, mau ke apotik jauh". Ceritanya padaku

"Ehm, sejak kapan mba? Biasanya pake obat apa? Tanyaku.

"Ya tadi ini, mulai abis ashar, biasanya pake obat cata*la*, obat itu yang biasa kuminum kalo lagi sakit gigi" Jawabnya dengan menyebut salahsatu merk obat.

"Hmmm. . Punya garam grosok mba? Kalo ada tolong sediakan segelas air dengan 3 sendok teh garamnya ya" pintaku

"Ada mas, sebentar ya!"

Suara kumandang adzan maghribpun terdengar jelas dari masjid yang hanya berjarak beberapa langkah dari rumah sahabatku ini.

Usai kumandang adzan maghrib, terdengar suara merdu puji-pujian dari balik speaker masjid.

Sementara saya di rumah mas Fauzi nyuwuk air garam yang telah saya minta sebelumnya, dengan komposisi bacaan Sholawat Thibbil Qulub dan Surah Alfatihah masing-masing 3x, dan pada kalimat "iyyaka na'budu wa iyyaka nastain" dibaca 21x.

Kemudian kumohonkan kepada Allah agar air garam tersebut menjadi obat buat sakit gigi yang dialami istri sahabatku, dan air garam tersebut dapat pula menghancurkan seluruh energi negatif yang menyertainya, lalu kutiup 3 kali air garam tersebut.

Setelah air garam itu disuwuk, kuminta untuk dikumur-kumurkan. Setelah itu, kampiun bergegas ke Masjid untuk sholat maghrib berjamaah.

Usai sholat di Masjid saya pamit undur diri. Namun apalah daya, tuan rumah mencegahku dengan seperangkat pengenyang perut yang sudah tertata rapi di meja ruang tamu. "Alhamdulillah, berkah silaturrahim" ungkapku dalam hati, hahahaha.

Setelah menghabiskan sepiring nasi dan lauknya, yang tentunya sudah membuat perut ini terasa kenyang, saya kembali pamit pulang. "Tarima kasih, mas, mba, atas suguhan spesialnya, tampaknya saya harus SMP, sudah makan pulang" celetukku disambut tawa kecil pasangan muda bahagia ini.

"Oya mba, gimana sakit giginya? Kok gak denger rintihannya lagi? Ah, jangan-jangan gak sakit gigi ini." tanyaku sambil pamit undur diri.

"Alhamdulillah, Mas. Sudah mendingan, kalo tadi rasanya nyut nyut, air garamnya masih ada, tak buat kumur-kumur lagi nanti menjelang tidur".

Sayapun bergegas pamit undur diri dengan suasana perut kenyang dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah.

Keesokan harinya, Mas Fauzi mengabarkan via WA kalo sakit gigi istrinya sudah sembuh total. Alhamdulillah..

---------------------
"Jupuko sing ndi wae, gawe opo wae" dawuh KH. Anwar Syarfi'i, Aswaja NU Center yang sekaligus Dewan Pembina JRA saat menceritakan kisah Mu'jizat Al-Qur'an sebagai Syifa'.

Artinya, bacakan ayat apa saja dalam Al-Qur'an untuk mengobati penyakit apa saja, karena seluruh ayat Al-Qur'an adalah Obat, dan untuk segala macam penyakit.

1 komentar:

 
By Kang Akhlis JRA JATIM © 2019. All Rights Reserved. Developed by GRIYA SMART
Top