Bukan Jumlah Yang Dicari, Namun Kesembuhan Yang Didapati


Dapat menghadiri sebuah moment Ruqmas adalah hal yang sangat patut disyukuri. Karena dalam sebuah kegiatan ruqmas delalu saja ada manfaat dan hikmah di dalamnya yang dapat dipetik, di samping yang terpenting juga tholabul 'ilmy, khusunya saya pribadi sebagai praktisi yang baru lahir istilah kerennya. Hehe ...

Pada sebuah ruqyah masal ataupun ruqyah mini yang terpenting adalah kesembuhan bagi marqi dan marqiyahnya. Dan bukan terletak pada jumlah yang hadir berapa. 

Secara umum ruqyah dapat dimaknai sebagai doa kesembuhan. Dari definisi secara bahasa dan istilah. Oleh sebab itu apa yang dilakukan para sesepuh dahulu serta para kyai semisal membacakan doa dengan media air lalu diminumkan ke orang yang sakit atau dengan tiupan setelah berdoa atau memegang kepala yang didoakan adalah sudah termasuk ruqyah.

Sedangkan tujuan akhir meruqyah adalah Ibtighou Mardhotillah, sedangkan kesembuhan adalah anugerah dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Begitu juga kegiatan ruqmas yang diagendakan oleh Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) PAC manapun yang berada khususnya di kabupaten Jombang dan kota lainnya mempunyai tujuan yang sama yakni Ibtighou Mardhotillah (mencari ridho Allah Subhanahu Wata'ala). Dan hakekatnya seorang peruqyah tak satupun yang mampu mengeluarkan dan mengislamkan bangsa jin tanpa izin Allah Subhanahu Wata'ala.

Seperti kegiatan ruqmas di kecamatan Peterongan tanggal 29 Nopember 2019 yang telah diagendakan oleh pengurus Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) PAC Peterongan dan berlokasi di Masjid Atta'miriyah semua berjalan lancar tanpa adanya hambatan. Meski lokasi berada tepat di pinggir jalan propinsi yang nota bene banyak kendaraan besar dan kecil berlalu lalang. Kegiata ruqmas berjalan dengan hikmad dan tenang.

Acara dimulai dengan penampilan grop sholawat Nabi dari remaja masjid setempat. Sambutan dan terahir acara inti ruqyah masal. Usai acara inti ditutup dengan doa oleh Ta'mir Masjid Atta'miriyah Peterongan.
Masyarakat cukup antusias sekali terlihat kehadiran mereka. Para pemuda, bapak-bapak, ibu-ibu,  juga anak-anak ada satu dua meski hanya mengikuti ibunya. 

Reaksi terlihat nyata di depan mata, ketika dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an. Dan usai minum air ruqyah, ada yang muntah-muntah, batuk-batuk, juga ada yang berlari kecil menuju kamar mandi untuk membuang air kecil. 

Keringat berlomba-lomba menampakkan diri, kata salah satu marqyah, juga air mata yqng keluar tanpa bisa dibendung dan itu otomatis lo bukan hoax seperti berita-berita di televisi. 

Nampak dua remaja ABG reaksi begitu kuat hingga muntah sampai punggung dan wajahnya menekuk ke lantai. Dengan sigapnya para praktisi melancarkan aksinya untuk menarik semua energi negatif yang terdeteksi.

Dan alhamdulillah wasyukurillah acara selesai dengan keadaan marqy marqyah yang insya Allah sehat semua, biidznillah. 

Dan ketika seorang marqy masih mengeluhkan sakit dapat dilanjutkan dengan RTL (ruqyah tindak lanjut) yang dapat dilakukan di rumah ataupun di lokasi jika sakitnya masih dirasakan.

Semoga Allah Subahanahu Wata'ala senantiasa meridhoi dakwah JRA.
Aamiin ....

*******

Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam penulisan, karena pada dasarnya saya hanyalah manusia yang faqir ilmu dan dalam taraf pembelajaran terus menerus.



Penulis, 
Zay (bendahara JRA PAC Diwek Jombang)

0 komentar:

Posting Komentar

 
By Kang Akhlis JRA JATIM © 2019. All Rights Reserved. Developed by GRIYA SMART
Top